BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masyarakat pada umumnya hanya
mengetahui secara umum mengenai teknik pengambilan gambar. Baik baik
bagian-bagian dari kamera video maupun cara penggunaannya. Dalam makalah ini
penulis akan memberi informasi mendetail tentang “Bahasa Visual” dalam teknik
pengambilan gambar.
Sebagai manusia yang masih banyak kekurangan bai dalam ilmu
pengetahuan hendaknya kita belajar dari awal agar kedepannya akan menjadi
manusia yang dapat diandalkan, salah satu dari sekian banyak ilmu pengetahuan
yang dapat dipelajari adalah pelajaran shooting editing dimana kita dianjurkan
untuk mengetahui bagaimana dan apa hikmahnya yang dapat kita ambil.
B.
Rumusan
Masalah
Yang perlu kita ketahui
tentang makalah yang kami buat adalah :
1.
Apa yang
dimaksud dengan editing?
2.
Apa yang
disebut dengan video?
3.
Manfaat
video editing?
4.
Contoh
aplikasi editing video
5.
Bahasa
visual shooting editing
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Editing
Editing dalam bahasa
Indonesia serapan dari bahasa Inggris. Editing berasal dari bahasa Latin yaitu editus yang artinya “menyajikan kembali”. Editing dalam bahasa Indonesia bersinonim dengan kata
editing.
Dalam bidang vaudio visual, termasuk film,
editing adalah usaha berguna dan enak ditonton. Tentunya editing film ini dapat
dilakukan jika bahan dasarnya berupa shot ( stok shoot ) dan unsur pendukung
seperti voice, sound efek, dan musik sudah mencukupi. Selain itu, dalam
kegiatan editing seorang editot harus benar-benar bisa merekonstruksi ( menata
ulang ) potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera.
Leo Nardi bependapat editing film adalah
merencanakan dan memilih serta menyusun kembali potongan gambar yang diambil
oleh juru kamera untuk disiarkan kepada masyarakat.
B.
Pengertian
Video
Video adalah teknilogi pengiriman sinyal
elektronik dari suatu gambar bergerak. Aplikasi umum dari sinyal vedio adalah
televise, tetapi dia dapat juga dapat digunakan dalam aplikasi lain di dlaa
bidang teknik, saintifik, produksi dan keamanan.
Kata video berasal dari bahasa Latin yang berarti “saya lihat”.
Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape, dan juga
perekaman serta pemutar video.
C.
Manfaat
Editing Video
Ada banyak alas an kita melakukan pengeditan
dan pendekatan editing sangat bergantung dari hasil yang kita inginkan, yang
terpenting adalah ketika kita melakukan pengeditan, pertama adalah menentukan
tujuan kita melakukakan editing. Namun, secara umum tujuan editing adalah sebagai
berikut:
1.
Memindahkan
klip video yang kita tidak kehendaki.
2.
Memilih
gambar dan klip yang terbaik.
3.
Menciptakan
arus.
4.
Menambah
efek, grafik, music dll.
5.
Mengubah
gaya dan suasana hait dan langkah dari gambar.
6.
Memberikan
sudut yang menarik bagi hasil rekaman.
D.
Contoh
Aplikasi Editing
Di era yang serba modern ini
sudah banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan untuk editing video. Berikut
adalah beberapa aplikasi yang sapat digunaka untuk editing video:
1.
Windows
Movie Maker
2.
Light
Work
3.
Avidemux
4.
Wax
5.
Ezvid
6.
Video
Splin
E.
Bahasa
Pengeditan Video
1.
Motivasi
Pada video atau film, motivasi dapat diartikan sebagai pendukung atau pengiring atau pun penjelas dari gambar, selanjutnya yang akan ditampilkan disebuah cerita dalam video. Motivasi dapat berupa gambar , seperti jalanan, kota, gunung, laut, awan dll. Selain gambar, motivasi dapat juga dimunculkan dalam bentuk audio, missal : suara telepon, suara air, ketukan pintu, langkah kaki dan sebagainya.
Pada video atau film, motivasi dapat diartikan sebagai pendukung atau pengiring atau pun penjelas dari gambar, selanjutnya yang akan ditampilkan disebuah cerita dalam video. Motivasi dapat berupa gambar , seperti jalanan, kota, gunung, laut, awan dll. Selain gambar, motivasi dapat juga dimunculkan dalam bentuk audio, missal : suara telepon, suara air, ketukan pintu, langkah kaki dan sebagainya.
2.
Informasi
Informasi di dalam video merupakan arti dari sebuah gambar. Gambar yang dipilih oleh seorang editor harus memberikan suatu maksud atau menginformasikan sesuatu.
Informasi di dalam video merupakan arti dari sebuah gambar. Gambar yang dipilih oleh seorang editor harus memberikan suatu maksud atau menginformasikan sesuatu.
3.
Komposisi
Komposisi gambar merupakan aspek yang paling penting dalam sebuah video. Komposisi gambar yang bagus dapat dipresentasikan dalam sebuah video. Bagus disini artinya memenuhi standart yang sudah disepakati dengan Cameraworks.
Komposisi gambar merupakan aspek yang paling penting dalam sebuah video. Komposisi gambar yang bagus dapat dipresentasikan dalam sebuah video. Bagus disini artinya memenuhi standart yang sudah disepakati dengan Cameraworks.
4.
Continunity
Continunity merupakan suata keadaan dimana terfapat kesinambungan antara gambar satu dengan gambar sebelumnya. Sebagai penonton yang menyaksikan suatu film akan sangat amat memperhatikan satu gambar dengan gambar sebelumnya berdasarkan jalan ceritanya, jika tedapat gambar yang tidak sesuai dengan jalan cerita maka akan ssangat jelas sekali terlihat oleh penonton. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fungsi dari continutity adalah untuk menghindari adanya (adegan yang terasa meloncat), baik pada gambar audio.
Continunity merupakan suata keadaan dimana terfapat kesinambungan antara gambar satu dengan gambar sebelumnya. Sebagai penonton yang menyaksikan suatu film akan sangat amat memperhatikan satu gambar dengan gambar sebelumnya berdasarkan jalan ceritanya, jika tedapat gambar yang tidak sesuai dengan jalan cerita maka akan ssangat jelas sekali terlihat oleh penonton. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fungsi dari continutity adalah untuk menghindari adanya (adegan yang terasa meloncat), baik pada gambar audio.
5.
Tittling
Untuk menambah informasi dalam sebuah video dibutuhkan juga rangkaian huruf-huruf. Misalnya saja: judul utama, nama pemeran dan tim kreatif.
Untuk menambah informasi dalam sebuah video dibutuhkan juga rangkaian huruf-huruf. Misalnya saja: judul utama, nama pemeran dan tim kreatif.
6.
Sound
Sound dalam editing dibagi menurut fungsinya, sebagai berikut:
Sound dalam editing dibagi menurut fungsinya, sebagai berikut:
1.
Original
Semua audio/ suara asli subjek/ objek yang diambil bersama
dengan pengambilan gambar atau visual.
2.
Atmosfir
a. Sound Effect, yaitu semua suara latar yang ada disekitar subjek atau objek.
a. Sound Effect, yaitu semua suara latar yang ada disekitar subjek atau objek.
b. Illustration Music, yaitu semua jenis bunyi atau nada, baik itu
secara akustik maupun elektrik yang dihasilkan untuk memberi ilustrasi atau
kesan kepada emosi atau mood penonton.
F.
Bahasa
Visual Shooting Editing
1.
Extreme Close Up (ECU/XCU)
Pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain
atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.
2.
Big Close Up (BCU)
Pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.
3.
Close Up (CU)
Gambar
diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya
mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru
4.
Medium Close Up (MCU)
Hampir
sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.
5.
Medium Shot (MS)
Pengambilan
dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh
badannya saja (dari perut/pinggang keatas).
6.
Knee Shot (KS)
Pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
7.
Full Shot (FS)
Pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
8.
Long Shot (LS)
Pengambilan
secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena
hingga latar belakang objek.
9.
Medium Long Shot (MLS)
Gambar
diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka
seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala
sampai lutut.
10. Extreme Long
Shot (XLS):
Gambar
diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar
belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap
lingkungannya. Extem Long Shoot di bagi menjadi beberapa kategori yaitu :
a.
One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.
b.
Two Shot (2S) : Pengambilan gambar dua orang.
c.
Three Shot (3S) : Pengambilan gambar tiga orang.
d.
Group Shot (GS): Pengambilan gambar sekelompok orang.
G.
Istilah dalam Video Editing
1.
Capture Device
Capture Device adalah alat
atau perangkat keras yang mengubah atau megkonversi video analog ke video
digital.
2.
Compressors and Codec
Compressors and Codec
adalah perangkat lunak yang memadatkan atau menghilangkan compress atau
pemadatan untuk membuat ukuran video menjadi lebih kecil.
3.
Editing
Editing adalah proses mengubah dan memanipulasi serta mengumpulkan klip video, audio track, grafik dam material lain menjadi suatu paket tayangan yang menarik dan baik. Editing menjadi bagian antar klip. Editing menjadi bagian dari proses post production atau pasca produksi.
Editing adalah proses mengubah dan memanipulasi serta mengumpulkan klip video, audio track, grafik dam material lain menjadi suatu paket tayangan yang menarik dan baik. Editing menjadi bagian antar klip. Editing menjadi bagian dari proses post production atau pasca produksi.
4.
Edit Decision List (EDL)
Edit Decision List
(EDL) adalah daftar keputusan mengenai hal-hal yang dimasukkan atau dikeluarkan
dalam proses editing.
5.
Encoding
Encoding adalah proses
mengubah klip video dalam format tertentu, misalnya format 3gp menjadi format
avi, wmv, mpeg, atau dat dll.
6.
Linear Editing
Linear Editing juga
dikenal sebagai tape to tape editing. Tape to editing adalah suatu metode
editing yang mengubah video klip dari tape satu ke tape lain sesuai hasil yang
diharapkan.
7.
Non linear editing
Non linear edting
adalah suatu metode editing yang menggunakan perangkat lunak komputer untuk
mengubah klip video.
8.
Transisi
Transisi adalah jalan atau cara mengubah atau memadukan saut
shot ke shot berikutnya.
9.
Post Production
Post Production adalah
segala sesuatu yang teradi pada klip video atau audio setelah produksi atau
setelah produksi atau klip video selesai direkam atau dishooting. Post
production meliputi pekerjaan mengedit video membuat grafik dan efek serta
menyesuaikan atau mengoreksi.
H.
Peralata Untuk Editing Video
Sejumlah peralatan
berikut ini harus disiapkan untuk membuat sistem editng video.
1.
Perangkat sumber video sebagai
player kaset video, ini dapat berupa VCR, camcorder, atau player khusus yang
dirancang khusus untuk kebutuhan tersebut.
2.
Satu unit computer dengan spek
tertentu tergantung software yang digunakan untung editing video. Software yang
sederhana memerlukan spesifikasi komputer dengan spesifikasi yang relatif
minimal, sementara software professional mempersyaratkan computer berkinerja
tinggi agar software tersebut dapat berjalan dengan baik. Secara umum memang
kita dapat mengharapkan kelancaran program dan kecepatan proses editing seiring
dengan makin tingginya spesifikasi computer yang digunakan terutama dalam
komponen prosesor, besar memori RAM , dan kapasitas hard disk.
3.
Peralatan capture video. Untuk
dapat mengcapture video dari sumber analog, kita memerlukan peralatan yang
dapat mengkonversi kaset analog tersebut ke format digital. Ini dapat berupa
peralatan tambahan khusus yang kemudian ditancapkan ke slot khusus di
motherboard computer, disebut dengan video capture card. Pada masa tahun-tahun
terakhir ini kaset analog sudah jarang dipakai dan berganti dengan kaset
digital, maka peralatan yang kita gunakan ialah IEEE-1394 Card atau lebih
dikenal dengan istilah firewire. Port USB yang sudah amat lazim tersedia pada
computer digunakan tapi resolusi gambar yang dihasilkan kurang cocok untuk
proyek DV editing video yang lazim digunakan.
4.
Kabel dan jack penghubung yang
menghubungkan player dan kompure. Untuk diingat bahwa beberapa kasus mungkin
terjadi bahwa jacknya tidak cocok sehingga masih memerlukan konektor penyesuai
(adapter), baik firewire adapter atau USB adapter.
5.
Software untuk meng-capture,
meng-edit, dan menghasilkan output video.
I.
Jenis Gerakan Kamera
1. Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
a. Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
b. Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.
2. Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.
a. Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
b. Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
3. Tracking
a. Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
b. Track in : gerak kamera mendekati obyek
c. Track out : gerak kamera menjauhi obyek
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
a. Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
b. Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.
2. Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.
a. Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
b. Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
3. Tracking
a. Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
b. Track in : gerak kamera mendekati obyek
c. Track out : gerak kamera menjauhi obyek
J. Jenis
Jenis Video
Pada
dasarnya terdapat dua jenis video dalam layer computer, yaitu : analog dan
digital video.
a.
Video Analog merupakan produk dari
industri pertelevisian dan oleh sebab itu dijadikan sebagai standar televise
b.
Video Digital adalah produk dari
industri computer dan oleh sebab itu dijadikan standar data digital.
1.
Video Analog
Meskipun banyak video yang diproduksi hanya untuk
platform display digital(untuk Web, CD-ROM, atau sebagai presentasi HDTV DVD),
video analaog (kebanyakan masih digunakan untuk penyiaran televisi) masih
merupakan platform yang paling banyak diinstal untuk mengirim dan melihat
video.
a.
Standar Penyiaran Video Analog
Tiga standar penyiaran video analog yang paling banyak digunakan di dunia
adalah NTSC, PAL, dan SECAM. Di Amerika Serikat, standar NTSC sudah tidak
digunakan lagi, digantikan oleh standar Televisi Digital ATSC. Karena standar
dan format ini tidak dapat saling menggantikan, maka sangat penting untuk
mengetahui di mana proyek multimedia Anda akan digunakan. Kaset Video yang
direkam di Amerika Serikat (menggunakan NTSC) tidak an diputar ditelevisi
Negara Eropa manapun (yang menggunakan PAL atau SECAM), meskipun metode dan
style recording kaset menggunakan “VHS”. Demikian juga tape yang direkam di
Eropa dalam format PAL ata SECAM tidak akan diputar di recorder kaset video
NTSC. Masing-masingsistem didasrakan pada standar yang berbeda yang
mendefinisikan cara informasi diekode ntuk menghaslkan sinyal elekronik, yang
pada akhirnya membentuk gambar televise VC mulormast dapat meutar ketiga
standar tersebut, namun biasay idak dapat dubbing dari satu standar ke standar
yang lain; dubbing antar standar membutuhkan perlengkapan khusus terkemuka.
a). NTSC
Amerika serikat, Kanada, Meksiko, Jepang, dan banyak Negara lain
menggunakan system penyiaran dan pemutaran video berdasarkan spesifikasi yang
dibuat pada tahun 1952, National Television Standar Comitee. Standar ini
mendefinisikan sebuah metode untuk mengenkode informasi kedalam sinyal video terbuat dari 525 garis Horizontal yang di-scan dan digambar ke dalam wajah dalam tabung gambar berfosfor setiap 1/30 detik dengan electron yang bergerak cepat. Gambar tersebut muncul dengan cepat sehingga mata Anda menangap image yang stabil. Gerakan electron sebenarnya membuat dua lintasan ketika ia menggambar satu frame video, pertama meletakkan semua garis berangka ganjil, kemudian semua garis berangka genap. Masing-masing lintasn ini (yang terjadi dalam kecepatan 60 perdetik, atau 60 Hz) melukis sebuah field dan dua field dikombinasikan untuk menciptakan satu frame dengan kecepatan 30 fps(frame per second ). ( Secara teknis, kecepatan sebenarnya adalah 29.97 Hz.) Proses pembuatan satu frame dari dua field disebut interlacing, sebuah teknik yang membantu mencegah kedipan pada layer televise. Monitor computer menggunakan teknologi scan progresif yang berbeda dan menggambar daris dari seluruh frame dalam satu lintasan, tanpa menggabungkannya dan tanpa kedipan.
b). PAL
mendefinisikan sebuah metode untuk mengenkode informasi kedalam sinyal video terbuat dari 525 garis Horizontal yang di-scan dan digambar ke dalam wajah dalam tabung gambar berfosfor setiap 1/30 detik dengan electron yang bergerak cepat. Gambar tersebut muncul dengan cepat sehingga mata Anda menangap image yang stabil. Gerakan electron sebenarnya membuat dua lintasan ketika ia menggambar satu frame video, pertama meletakkan semua garis berangka ganjil, kemudian semua garis berangka genap. Masing-masing lintasn ini (yang terjadi dalam kecepatan 60 perdetik, atau 60 Hz) melukis sebuah field dan dua field dikombinasikan untuk menciptakan satu frame dengan kecepatan 30 fps(frame per second ). ( Secara teknis, kecepatan sebenarnya adalah 29.97 Hz.) Proses pembuatan satu frame dari dua field disebut interlacing, sebuah teknik yang membantu mencegah kedipan pada layer televise. Monitor computer menggunakan teknologi scan progresif yang berbeda dan menggambar daris dari seluruh frame dalam satu lintasan, tanpa menggabungkannya dan tanpa kedipan.
b). PAL
Sistem Phase Alternate Line (PAL) digunakan di Inggris, Eropa Barat,
Australia, Afrika Selatan, Cina, dan Amerika Selatan. PAL meningkatkan resolusi
layer menjadi 625 garis Horizontal, namun memperlamabta kecepatan scan menjadi
25 frame per detik. Sama seperti saat penggunaan NTSC, garis genap dan ganjil
digabungkan , setiap field memerlukan 1/50 detik untuk menggambar (50Hz).
c) SECAM
c) SECAM
Sistem Sequantial Color and Memory (SECAM, diambil dari bahasa Perancis,
Systeme Electronic pour Couleur Avec Memoire atau Sequentiel Couleur Avec
Memoire) digunakan di Perancis. Eropa timur, USSR (sekarang Rusia), dan
beberapa Negara lai. Meskipun SECAM merupakan system dengan 625 garis, 50 Hz,
namun berbeda jauh dari system warna NTSC dan PAL dalam hal dasar teknologi dan
metode penyiaran. Terkadang TV yang dijual di Eropa memanfaatkan dual komponen
dan dapat menggunakan system PAL dan SECAM.
d) ATSC
High Definition Television (HDTV) dari komisi komunikasi federal pada tahun
1980-an, pertama-tama berubah menjadi Advanced Television, kemudian berakhir
menjadi Digital Television (DTV) seperti diumumkan FCC pada 1996. Standar,
yang diubah sedikit demi sedikit dari Digital Televisons Standard ( ATSC Doc. A/53) dan Digital Audio Compression Standard (ATSC Doc. A/52), mengubah televisi amerika dari standar analog ke standar digital dan menyediakan bagi stasiun televisi bandwidth cukup untuk mempresentasikan empat atau lima sinyal Standard Television (STV, menyediakan resolusi NTSC 525 garis dengan aspek rasio 3:4, namun dalam bentuk sinyal digital) atau satu sinyal HDTV (menyediakan garis 1080 garis resolusi dengan layer bioskop dengan aspek rasio 16:9). Hal penting untuk produser multimedia , standar tersebut mengizinkan adanya transmisi data ke komputer dan untuk layanan ATV interaktif yang baru .
Sampai bulan Mei 2003, 1587 stasiun TV di Amerika Serikat (94 %) telah memiliki Izin atau lisensi konstruksi DTV. Diantara jumlah itu, 1081 stasiun benar-benar menyiarkan sinyal DTV, hamper semuanya men-simulcast sinyal TV mereka. Berdasarkan jadwal terbaru, semua stasiun televise meninggalkan siaran dalam channel analog dan secara penuh adan berpindah ke sinyal digital pada tahun 2006 ini.
yang diubah sedikit demi sedikit dari Digital Televisons Standard ( ATSC Doc. A/53) dan Digital Audio Compression Standard (ATSC Doc. A/52), mengubah televisi amerika dari standar analog ke standar digital dan menyediakan bagi stasiun televisi bandwidth cukup untuk mempresentasikan empat atau lima sinyal Standard Television (STV, menyediakan resolusi NTSC 525 garis dengan aspek rasio 3:4, namun dalam bentuk sinyal digital) atau satu sinyal HDTV (menyediakan garis 1080 garis resolusi dengan layer bioskop dengan aspek rasio 16:9). Hal penting untuk produser multimedia , standar tersebut mengizinkan adanya transmisi data ke komputer dan untuk layanan ATV interaktif yang baru .
Sampai bulan Mei 2003, 1587 stasiun TV di Amerika Serikat (94 %) telah memiliki Izin atau lisensi konstruksi DTV. Diantara jumlah itu, 1081 stasiun benar-benar menyiarkan sinyal DTV, hamper semuanya men-simulcast sinyal TV mereka. Berdasarkan jadwal terbaru, semua stasiun televise meninggalkan siaran dalam channel analog dan secara penuh adan berpindah ke sinyal digital pada tahun 2006 ini.
High Definition Television (HDTV) menyediakan resolusi tinggi dengan aspek
rasio 16:9. aspek rasio ini mengizinkan melihat film dalam Cinemascope dan
Panavision.terdapat perdebatan antara indusri penyiaran dn indstri ompter
apakah akan mengunakan teknologi interlacing atau scan progresif. Industri
penyiaran telah mengumumkan secara resmi format interlaced 1920 x 1080 resolusi
ultra-high sebagai batu penjuru generasi baru dari pusat hiburanterkemuka,
namun industri komputer lebih senang memakai sistem scan progresif 1280 x 720
untuk HDTV. Karena format 1920 x 1080 menyediakan lebih banyak piksel dibanding
standar 1280 x 720, kecepatan refresh-nya juga akan berbeda. Format dengan
interlace resolusi lebih tinggi mengirimkan hanya setengah gambar setiap 1/60
dalam satu detik dank arena interlacing tersebt, dalam image dengan detail ebih
ingi terdapat edipacuup besar setiap 30 Hz. Orang-orang yang berkecimpung
dibidang computer berpendapat nahwa kualitas gambar dalam 1280×720 lebih
superior dan stabil. Kedua format telah dimasukkan dalam standar HDTV oleh
Advanced Television Systems Committee(ATSC, http://www.atsc.org)
2.
Video Digital
Integrasi Penuh dari video digital dalam kamera dan
komputer mengurangi nemtuk televisi analog dari video dari produksi multimedia
dan platform pengiriman, jika kamera video anda menggerakkan sinyal output
digital, Anda dapat merekam video
Anda langsung ke disk, yang siap untuk diedit. Jika sebuah video klip disimpan sebagai data pada hard disk, CD-ROM atau perangkat penyimpanan massal lain, klip tersebut dapat memainkannya kembali dimonitor tanpa perangkat keras khusus.
Anda langsung ke disk, yang siap untuk diedit. Jika sebuah video klip disimpan sebagai data pada hard disk, CD-ROM atau perangkat penyimpanan massal lain, klip tersebut dapat memainkannya kembali dimonitor tanpa perangkat keras khusus.
Dunia video kini telah mengalami perubahan dari analog
ke digital. Perubahan ini terjadi pada setiap tingkatan industri. Pada konsumen
rumahan dan perkantoran kita dapat menikmati kualitas video digital yang prima
lewat hadirnya teknologi VCD dan DVD (Digital Versatile Disc), sedangkan dunia
broadcasting kini juga lambat laun mengalihkan teknologinya kearah DTV (Digital
Television). Sebagian besar rumah tangga di Amerika Serikat telah menggunakan
penerimaan sinyal kabel digital dan sinyal satelit digital untuk menikmati
siaran televisi digital.
3.
Arsitektur Video Digital
Arsitektur Video Digital tersusun atas sebuah format
untuk mengenkode dan memainkan kembali file video dengan komputer dan
menyertakan sebuah player yang dapat mengenali dan membuka file yang dibuat
untuk format tersebut. Arsitektur video digital yang utama adalah
AppleQuicktime, Microsoft Windows Media Format, dan Real Network RealMedia.
Format file video yang terkait adalah QuickTime movie (.mov), Audio Video
Interleaved(.AVI), Windows Media Video (.wmv) , dan RealMedia (.rm). Beberapa
player mengenali dan memainkan lebih dari satu format file video.
Video, seperti halnya audio juga mengalami proses yang serupa yaitu biasanya direkam dan dimainkan sebagai sinyal analog. Untuk itulah harus dikonversi menjadi digital terlebih dahulu agar dapat diproses menjadi sebuah multimedia title.
Video, seperti halnya audio juga mengalami proses yang serupa yaitu biasanya direkam dan dimainkan sebagai sinyal analog. Untuk itulah harus dikonversi menjadi digital terlebih dahulu agar dapat diproses menjadi sebuah multimedia title.
Sebuah sumber video seperti Kamera Video, VCR, TV,
atau videodisk, dikoneksikan ke sebuah kartu penangkap video (video capture
card ) yang terdapat dalam sebuah computer. Ketika sumber Video tersebut
dimainkan, sinyal analog dikirim ke kartu video dan dikonversi menjadi data
digital yang kemudian disimpan kedalam harddisk. Dalam waktu yang bersamaan,
suara dari sumber video juga didigitalisasi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Editing yaitu kegiatan memotong-motong
gambar yang panjang, menyambung potongan-potongan gambar yang bercerita dalam
durasi yang ditentukan, dan siap ditayangkan pada waktunya.
Editing dibangun oleh
beberapa elemen. Hasil dari sebuah editing tergantung pada bagaimana elemen tersebut
digunakan, bagus tidaknya dan apakah gambar mengganggu atau tidak saat
ditonton. Pada prinsipnya editing bukan hanya memotong dan menyambung shot,
namun yang perlu diperhatikan bahwa setiap shot memiliki aspek ruang dan waktu.
Maka perhitungkan bagaimana susunan shot tersebut efisien dan tidak
bertentangan dengan logika penonton.
Ada banyak alasan kita
melakukan pengeditan dan pendekatan editing sangat bergantung dari hasil yang
kita inginkan, yang terpenting adalah ketika melakukan pengeditan, pertama
adalah menetapkan tujuan kita melakukan editing.
Komentar
Posting Komentar