bahasa visual shooting editing



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Masyarakat pada umumnya hanya mengetahui secara umum mengenai teknik pengambilan gambar. Baik baik bagian-bagian dari kamera video maupun cara penggunaannya. Dalam makalah ini penulis akan memberi informasi mendetail tentang “Bahasa Visual” dalam teknik pengambilan gambar.
     Sebagai manusia yang masih banyak kekurangan bai dalam ilmu pengetahuan hendaknya kita belajar dari awal agar kedepannya akan menjadi manusia yang dapat diandalkan, salah satu dari sekian banyak ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari adalah pelajaran shooting editing dimana kita dianjurkan untuk mengetahui bagaimana dan apa hikmahnya yang dapat kita ambil.

B.     Rumusan Masalah
Yang perlu kita ketahui tentang makalah yang kami buat adalah :
1.      Apa yang dimaksud dengan editing?
2.      Apa yang disebut dengan video?
3.      Manfaat video editing?
4.      Contoh aplikasi editing video
5.      Bahasa visual shooting editing









BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Editing
Editing dalam bahasa Indonesia serapan dari bahasa Inggris. Editing berasal dari bahasa Latin yaitu editus  yang artinya “menyajikan kembali”. Editing  dalam bahasa Indonesia bersinonim dengan kata editing.
Dalam bidang vaudio visual, termasuk film, editing adalah usaha berguna dan enak ditonton. Tentunya editing film ini dapat dilakukan jika bahan dasarnya berupa shot ( stok shoot ) dan unsur pendukung seperti voice, sound efek, dan musik sudah mencukupi. Selain itu, dalam kegiatan editing seorang editot harus benar-benar bisa merekonstruksi ( menata ulang ) potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera.
Leo Nardi bependapat editing film adalah merencanakan dan memilih serta menyusun kembali potongan gambar yang diambil oleh juru kamera untuk disiarkan kepada masyarakat.

B.     Pengertian Video
Video adalah teknilogi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak. Aplikasi umum dari sinyal vedio adalah televise, tetapi dia dapat juga dapat digunakan dalam aplikasi lain di dlaa bidang teknik, saintifik, produksi dan keamanan.
Kata video berasal  dari bahasa Latin yang berarti “saya lihat”. Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape, dan juga perekaman serta pemutar video.

C.     Manfaat Editing Video
Ada banyak alas an kita melakukan pengeditan dan pendekatan editing sangat bergantung dari hasil yang kita inginkan, yang terpenting adalah ketika kita melakukan pengeditan, pertama adalah menentukan tujuan kita melakukakan editing. Namun, secara umum tujuan editing adalah sebagai berikut:
1.      Memindahkan klip video yang kita tidak kehendaki.
2.      Memilih gambar dan klip yang terbaik.
3.      Menciptakan arus.
4.      Menambah efek, grafik, music dll.
5.      Mengubah gaya dan suasana hait dan langkah dari gambar.
6.      Memberikan sudut yang menarik bagi hasil rekaman.

D.    Contoh Aplikasi Editing
Di era yang serba modern ini sudah banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan untuk editing video. Berikut adalah beberapa aplikasi yang sapat digunaka untuk editing video:
1.      Windows Movie Maker
2.      Light Work
3.      Avidemux
4.      Wax
5.      Ezvid
6.      Video Splin

E.     Bahasa Pengeditan Video
1.    Motivasi
       Pada video atau film, motivasi dapat diartikan sebagai pendukung atau pengiring atau pun penjelas dari gambar, selanjutnya yang akan ditampilkan disebuah cerita dalam video. Motivasi dapat berupa gambar , seperti jalanan, kota, gunung, laut, awan dll. Selain gambar, motivasi dapat juga dimunculkan dalam bentuk audio, missal : suara telepon, suara air, ketukan pintu, langkah kaki dan sebagainya.
2.    Informasi
       Informasi di dalam video merupakan arti dari sebuah gambar. Gambar yang dipilih oleh seorang editor harus memberikan suatu maksud atau menginformasikan sesuatu.
3.    Komposisi
       Komposisi gambar merupakan aspek yang paling penting dalam sebuah video. Komposisi gambar yang bagus dapat dipresentasikan dalam sebuah video. Bagus disini artinya memenuhi standart  yang sudah disepakati dengan Cameraworks.
4.    Continunity
       Continunity merupakan suata keadaan dimana terfapat kesinambungan antara gambar satu dengan gambar sebelumnya. Sebagai penonton yang menyaksikan suatu film akan sangat amat memperhatikan satu gambar dengan gambar sebelumnya berdasarkan jalan ceritanya, jika tedapat gambar yang tidak sesuai dengan jalan cerita maka akan ssangat jelas sekali terlihat oleh penonton. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fungsi dari continutity adalah untuk menghindari adanya (adegan yang terasa meloncat), baik pada gambar audio.
5.    Tittling
       Untuk menambah informasi dalam sebuah video dibutuhkan juga rangkaian huruf-huruf. Misalnya saja: judul utama, nama pemeran dan tim kreatif.
6.    Sound
Sound dalam editing dibagi menurut fungsinya, sebagai berikut:
1.      Original
      Semua audio/ suara asli subjek/ objek yang diambil bersama dengan pengambilan gambar atau visual.
2.      Atmosfir
a.    Sound Effect, yaitu semua suara latar yang ada disekitar subjek atau objek.
b.   Illustration Music, yaitu semua jenis bunyi atau nada, baik itu secara akustik maupun elektrik yang dihasilkan untuk memberi ilustrasi atau kesan kepada emosi atau mood penonton.

F.      Bahasa Visual Shooting Editing
1.      Extreme Close Up (ECU/XCU)
Pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.
2.      Big Close Up (BCU)
Pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.
3.      Close Up (CU)
Gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru
4.      Medium Close Up (MCU)
Hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.
5.      Medium Shot (MS)  
Pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).
6.      Knee Shot (KS)  
Pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
7.      Full Shot (FS)
Pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
8.      Long Shot (LS)
Pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.
9.      Medium Long Shot (MLS)
Gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.
10.  Extreme Long Shot (XLS):
Gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya. Extem Long Shoot di bagi menjadi beberapa kategori yaitu :
a.         One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.
b.        Two Shot (2S) : Pengambilan gambar dua orang.
c.         Three Shot (3S) : Pengambilan gambar tiga orang.
d.        Group Shot (GS): Pengambilan gambar sekelompok orang.

G.    Istilah dalam Video Editing
1.         Capture Device
       Capture Device adalah alat atau perangkat keras yang mengubah atau megkonversi video analog ke video digital.
2.      Compressors and Codec
        Compressors and Codec adalah perangkat lunak yang memadatkan atau menghilangkan compress atau pemadatan untuk membuat ukuran video menjadi lebih kecil.
3.      Editing
        Editing adalah proses mengubah dan memanipulasi serta mengumpulkan klip video, audio track, grafik dam material lain menjadi suatu paket tayangan yang menarik dan baik. Editing menjadi bagian antar klip. Editing menjadi bagian dari proses post production atau pasca produksi.
4.      Edit Decision List (EDL)
        Edit Decision List (EDL) adalah daftar keputusan mengenai hal-hal yang dimasukkan atau dikeluarkan dalam proses editing.
5.      Encoding
        Encoding adalah proses mengubah klip video dalam format tertentu, misalnya format 3gp menjadi format avi, wmv, mpeg, atau dat dll.
6.      Linear Editing
        Linear Editing juga dikenal sebagai tape to tape editing. Tape to editing adalah suatu metode editing yang mengubah video klip dari tape satu ke tape lain sesuai hasil yang diharapkan.
7.      Non linear editing
        Non linear edting adalah suatu metode editing yang menggunakan perangkat lunak komputer untuk mengubah klip video.
8.      Transisi
        Transisi adalah jalan atau cara mengubah atau memadukan saut shot ke shot berikutnya.


9.      Post Production
        Post Production adalah segala sesuatu yang teradi pada klip video atau audio setelah produksi atau setelah produksi atau klip video selesai direkam atau dishooting. Post production meliputi pekerjaan mengedit video membuat grafik dan efek serta menyesuaikan atau mengoreksi.

H.    Peralata Untuk Editing Video
       Sejumlah peralatan berikut ini harus disiapkan untuk membuat sistem editng video.
1.      Perangkat sumber video sebagai player kaset video, ini dapat berupa VCR, camcorder, atau player khusus yang dirancang khusus untuk kebutuhan tersebut.
2.      Satu unit computer dengan spek tertentu tergantung software yang digunakan untung editing video. Software yang sederhana memerlukan spesifikasi komputer dengan spesifikasi yang relatif minimal, sementara software professional mempersyaratkan computer berkinerja tinggi agar software tersebut dapat berjalan dengan baik. Secara umum memang kita dapat mengharapkan kelancaran program dan kecepatan proses editing seiring dengan makin tingginya spesifikasi computer yang digunakan terutama dalam komponen prosesor, besar memori RAM , dan kapasitas hard disk.
3.      Peralatan capture video. Untuk dapat mengcapture video dari sumber analog, kita memerlukan peralatan yang dapat mengkonversi kaset analog tersebut ke format digital. Ini dapat berupa peralatan tambahan khusus yang kemudian ditancapkan ke slot khusus di motherboard computer, disebut dengan video capture card. Pada masa tahun-tahun terakhir ini kaset analog sudah jarang dipakai dan berganti dengan kaset digital, maka peralatan yang kita gunakan ialah IEEE-1394 Card atau lebih dikenal dengan istilah firewire. Port USB yang sudah amat lazim tersedia pada computer digunakan tapi resolusi gambar yang dihasilkan kurang cocok untuk proyek DV editing video yang lazim digunakan.
4.      Kabel dan jack penghubung yang menghubungkan player dan kompure. Untuk diingat bahwa beberapa kasus mungkin terjadi bahwa jacknya tidak cocok sehingga masih memerlukan konektor penyesuai (adapter), baik firewire adapter atau USB adapter.
5.      Software untuk meng-capture, meng-edit, dan menghasilkan output video.
I.         Jenis Gerakan Kamera
1. Panning
                 Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera      tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
     a. Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
     b. Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.
2.  Tilting
     Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di           tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.
     a. Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
     b. Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
3. Tracking
     a. Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
     b. Track in : gerak kamera mendekati obyek
     c. Track out : gerak kamera menjauhi obyek
J.   Jenis Jenis Video
Pada dasarnya terdapat dua jenis video dalam layer computer, yaitu : analog dan digital video.
a.       Video Analog merupakan produk dari industri pertelevisian dan oleh sebab itu dijadikan sebagai standar televise
b.      Video Digital adalah produk dari industri computer dan oleh sebab itu dijadikan standar data digital.
1.      Video Analog
Meskipun banyak video yang diproduksi hanya untuk platform display digital(untuk Web, CD-ROM, atau sebagai presentasi HDTV DVD), video analaog (kebanyakan masih digunakan untuk penyiaran televisi) masih merupakan platform yang paling banyak diinstal untuk mengirim dan melihat video.
a.       Standar Penyiaran Video Analog
Tiga standar penyiaran video analog yang paling banyak digunakan di dunia adalah NTSC, PAL, dan SECAM. Di Amerika Serikat, standar NTSC sudah tidak digunakan lagi, digantikan oleh standar Televisi Digital ATSC. Karena standar dan format ini tidak dapat saling menggantikan, maka sangat penting untuk mengetahui di mana proyek multimedia Anda akan digunakan. Kaset Video yang direkam di Amerika Serikat (menggunakan NTSC) tidak an diputar ditelevisi Negara Eropa manapun (yang menggunakan PAL atau SECAM), meskipun metode dan style recording kaset menggunakan “VHS”. Demikian juga tape yang direkam di Eropa dalam format PAL ata SECAM tidak akan diputar di recorder kaset video NTSC. Masing-masingsistem didasrakan pada standar yang berbeda yang mendefinisikan cara informasi diekode ntuk menghaslkan sinyal elekronik, yang pada akhirnya membentuk gambar televise VC mulormast dapat meutar ketiga standar tersebut, namun biasay idak dapat dubbing dari satu standar ke standar yang lain; dubbing antar standar membutuhkan perlengkapan khusus terkemuka.
a). NTSC
Amerika serikat, Kanada, Meksiko, Jepang, dan banyak Negara lain menggunakan system penyiaran dan pemutaran video berdasarkan spesifikasi yang dibuat pada tahun 1952, National Television Standar Comitee. Standar ini
mendefinisikan sebuah metode untuk mengenkode informasi kedalam sinyal video terbuat dari 525 garis Horizontal yang di-scan dan digambar ke dalam wajah dalam tabung gambar berfosfor setiap 1/30 detik dengan electron yang bergerak cepat. Gambar tersebut muncul dengan cepat sehingga mata Anda menangap image yang stabil. Gerakan electron sebenarnya membuat dua lintasan ketika ia menggambar satu frame video, pertama meletakkan semua garis berangka ganjil, kemudian semua garis berangka genap. Masing-masing lintasn ini (yang terjadi dalam kecepatan 60 perdetik, atau 60 Hz) melukis sebuah field dan dua field dikombinasikan untuk menciptakan satu frame dengan kecepatan 30 fps(frame per second ). ( Secara teknis, kecepatan sebenarnya adalah 29.97 Hz.) Proses pembuatan satu frame dari dua field disebut interlacing, sebuah teknik yang membantu mencegah kedipan pada layer televise. Monitor computer menggunakan teknologi scan progresif yang berbeda dan menggambar daris dari seluruh frame dalam satu lintasan, tanpa menggabungkannya dan tanpa kedipan.
b). PAL
Sistem Phase Alternate Line (PAL) digunakan di Inggris, Eropa Barat, Australia, Afrika Selatan, Cina, dan Amerika Selatan. PAL meningkatkan resolusi layer menjadi 625 garis Horizontal, namun memperlamabta kecepatan scan menjadi 25 frame per detik. Sama seperti saat penggunaan NTSC, garis genap dan ganjil digabungkan , setiap field memerlukan 1/50 detik untuk menggambar (50Hz).
c) SECAM
Sistem Sequantial Color and Memory (SECAM, diambil dari bahasa Perancis, Systeme Electronic pour Couleur Avec Memoire atau Sequentiel Couleur Avec Memoire) digunakan di Perancis. Eropa timur, USSR (sekarang Rusia), dan beberapa Negara lai. Meskipun SECAM merupakan system dengan 625 garis, 50 Hz, namun berbeda jauh dari system warna NTSC dan PAL dalam hal dasar teknologi dan metode penyiaran. Terkadang TV yang dijual di Eropa memanfaatkan dual komponen dan dapat menggunakan system PAL dan SECAM.
d) ATSC
High Definition Television (HDTV) dari komisi komunikasi federal pada tahun 1980-an, pertama-tama berubah menjadi Advanced Television, kemudian berakhir menjadi Digital Television (DTV) seperti diumumkan FCC pada 1996. Standar,
yang diubah sedikit demi sedikit dari Digital Televisons Standard ( ATSC Doc. A/53) dan Digital Audio Compression Standard (ATSC Doc. A/52), mengubah televisi amerika dari standar analog ke standar digital dan menyediakan bagi stasiun televisi bandwidth cukup untuk mempresentasikan empat atau lima sinyal Standard Television (STV, menyediakan resolusi NTSC 525 garis dengan aspek rasio 3:4, namun dalam bentuk sinyal digital) atau satu sinyal HDTV (menyediakan garis 1080 garis resolusi dengan layer bioskop dengan aspek rasio 16:9). Hal penting untuk produser multimedia , standar tersebut mengizinkan adanya transmisi data ke komputer dan untuk layanan ATV interaktif yang baru .
Sampai bulan Mei 2003, 1587 stasiun TV di Amerika Serikat (94 %) telah memiliki Izin atau lisensi konstruksi DTV. Diantara jumlah itu, 1081 stasiun benar-benar menyiarkan sinyal DTV, hamper semuanya men-simulcast sinyal TV mereka. Berdasarkan jadwal terbaru, semua stasiun televise meninggalkan siaran dalam channel analog dan secara penuh adan berpindah ke sinyal digital pada tahun 2006 ini.
High Definition Television (HDTV) menyediakan resolusi tinggi dengan aspek rasio 16:9. aspek rasio ini mengizinkan melihat film dalam Cinemascope dan Panavision.terdapat perdebatan antara indusri penyiaran dn indstri ompter apakah akan mengunakan teknologi interlacing atau scan progresif. Industri penyiaran telah mengumumkan secara resmi format interlaced 1920 x 1080 resolusi ultra-high sebagai batu penjuru generasi baru dari pusat hiburanterkemuka, namun industri komputer lebih senang memakai sistem scan progresif 1280 x 720 untuk HDTV. Karena format 1920 x 1080 menyediakan lebih banyak piksel dibanding standar 1280 x 720, kecepatan refresh-nya juga akan berbeda. Format dengan interlace resolusi lebih tinggi mengirimkan hanya setengah gambar setiap 1/60 dalam satu detik dank arena interlacing tersebt, dalam image dengan detail ebih ingi terdapat edipacuup besar setiap 30 Hz. Orang-orang yang berkecimpung dibidang computer berpendapat nahwa kualitas gambar dalam 1280×720 lebih superior dan stabil. Kedua format telah dimasukkan dalam standar HDTV oleh Advanced Television Systems Committee(ATSC, http://www.atsc.org)
2.      Video Digital
Integrasi Penuh dari video digital dalam kamera dan komputer mengurangi nemtuk televisi analog dari video dari produksi multimedia dan platform pengiriman, jika kamera video anda menggerakkan sinyal output digital, Anda dapat merekam video
Anda langsung ke disk, yang siap untuk diedit. Jika sebuah video klip disimpan sebagai data pada hard disk, CD-ROM atau perangkat penyimpanan massal lain, klip tersebut dapat memainkannya kembali dimonitor tanpa perangkat keras khusus.
Dunia video kini telah mengalami perubahan dari analog ke digital. Perubahan ini terjadi pada setiap tingkatan industri. Pada konsumen rumahan dan perkantoran kita dapat menikmati kualitas video digital yang prima lewat hadirnya teknologi VCD dan DVD (Digital Versatile Disc), sedangkan dunia broadcasting kini juga lambat laun mengalihkan teknologinya kearah DTV (Digital Television). Sebagian besar rumah tangga di Amerika Serikat telah menggunakan penerimaan sinyal kabel digital dan sinyal satelit digital untuk menikmati siaran televisi digital.
3.      Arsitektur Video Digital
Arsitektur Video Digital tersusun atas sebuah format untuk mengenkode dan memainkan kembali file video dengan komputer dan menyertakan sebuah player yang dapat mengenali dan membuka file yang dibuat untuk format tersebut. Arsitektur video digital yang utama adalah AppleQuicktime, Microsoft Windows Media Format, dan Real Network RealMedia. Format file video yang terkait adalah QuickTime movie (.mov), Audio Video Interleaved(.AVI), Windows Media Video (.wmv) , dan RealMedia (.rm). Beberapa player mengenali dan memainkan lebih dari satu format file video.
Video, seperti halnya audio juga mengalami proses yang serupa yaitu biasanya direkam dan dimainkan sebagai sinyal analog. Untuk itulah harus dikonversi menjadi digital terlebih dahulu agar dapat diproses menjadi sebuah multimedia title.
Sebuah sumber video seperti Kamera Video, VCR, TV, atau videodisk, dikoneksikan ke sebuah kartu penangkap video (video capture card ) yang terdapat dalam sebuah computer. Ketika sumber Video tersebut dimainkan, sinyal analog dikirim ke kartu video dan dikonversi menjadi data digital yang kemudian disimpan kedalam harddisk. Dalam waktu yang bersamaan, suara dari sumber video juga didigitalisasi.




















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
       Editing yaitu kegiatan memotong-motong gambar yang panjang, menyambung potongan-potongan gambar yang bercerita dalam durasi yang ditentukan, dan siap ditayangkan pada waktunya.
       Editing dibangun oleh beberapa elemen. Hasil dari sebuah editing tergantung pada bagaimana elemen tersebut digunakan, bagus tidaknya dan apakah gambar mengganggu atau tidak saat ditonton. Pada prinsipnya editing bukan hanya memotong dan menyambung shot, namun yang perlu diperhatikan bahwa setiap shot memiliki aspek ruang dan waktu. Maka perhitungkan bagaimana susunan shot tersebut efisien dan tidak bertentangan dengan logika penonton.
       Ada banyak alasan kita melakukan pengeditan dan pendekatan editing sangat bergantung dari hasil yang kita inginkan, yang terpenting adalah ketika melakukan pengeditan, pertama adalah menetapkan tujuan kita melakukan editing.

Komentar